Dalam rangka meningkatkan wawasan keilmuan dan membentuk karakter mahasiswa yang tangguh di tengah tantangan era digital, sebuah Seminar Ilmiah bertajuk "Membangun Karakter Mahasiswa di Era Digitalisasi" diselenggarakan di Hotel G‑Sign, Banjarmasin. Acara ini menghadirkan narasumber utama Dr. Habib Segaf bin Hasan Baharun, M.H.I., pengasuh Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa) sekaligus Ketua Dewan Masyaikh Ma'had Aly Ma'al Amin.
Seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, pengurus pesantren, asatidz, hingga tokoh masyarakat umum. Sejak pagi hari, aula utama Hotel G‑Sign telah dipadati oleh peserta yang hadir dengan antusiasme tinggi untuk menyimak paparan langsung dari Habib Segaf.
Dalam materinya, Habib Segaf menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa yang kuat, berakhlak, dan mampu menjaga integritas diri dalam menghadapi arus informasi dan pengaruh negatif digitalisasi. Ia menyampaikan bahwa karakter bukan hanya dibentuk di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui lingkungan yang mendukung dan keteladanan yang nyata.
“Era digital menghadirkan kemudahan, tapi juga tantangan besar bagi karakter. Mahasiswa hari ini harus bisa memilah informasi, menjaga adab, dan tetap menjadikan nilai-nilai Islam sebagai kompas dalam bermedia,” ujar beliau.
Habib Segaf juga mengajak mahasiswa untuk menjadikan teknologi sebagai sarana dakwah dan pengembangan diri, bukan sekadar hiburan semata. Ia menyampaikan bahwa karakter Islami yang kokoh akan menjadikan mahasiswa tidak mudah goyah di tengah derasnya pengaruh budaya luar.
Acara semakin hidup dengan adanya sesi tanya jawab interaktif, di mana para peserta mengangkat isu-isu seputar media sosial, etika digital, tantangan mental health, serta peran pendidikan agama dalam membentengi generasi muda.
Seminar ini berlangsung khidmat hingga menjelang siang hari dan ditutup dengan doa bersama serta penyerahan cenderamata kepada narasumber. Banyak peserta menyampaikan kesan positif dan berharap kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan untuk memperkuat karakter generasi muda Islam di era modern.
Seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, pengurus pesantren, asatidz, hingga tokoh masyarakat umum. Sejak pagi hari, aula utama Hotel G‑Sign telah dipadati oleh peserta yang hadir dengan antusiasme tinggi untuk menyimak paparan langsung dari Habib Segaf.
Dalam materinya, Habib Segaf menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa yang kuat, berakhlak, dan mampu menjaga integritas diri dalam menghadapi arus informasi dan pengaruh negatif digitalisasi. Ia menyampaikan bahwa karakter bukan hanya dibentuk di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui lingkungan yang mendukung dan keteladanan yang nyata.
“Era digital menghadirkan kemudahan, tapi juga tantangan besar bagi karakter. Mahasiswa hari ini harus bisa memilah informasi, menjaga adab, dan tetap menjadikan nilai-nilai Islam sebagai kompas dalam bermedia,” ujar beliau.
Habib Segaf juga mengajak mahasiswa untuk menjadikan teknologi sebagai sarana dakwah dan pengembangan diri, bukan sekadar hiburan semata. Ia menyampaikan bahwa karakter Islami yang kokoh akan menjadikan mahasiswa tidak mudah goyah di tengah derasnya pengaruh budaya luar.
Acara semakin hidup dengan adanya sesi tanya jawab interaktif, di mana para peserta mengangkat isu-isu seputar media sosial, etika digital, tantangan mental health, serta peran pendidikan agama dalam membentengi generasi muda.
Seminar ini berlangsung khidmat hingga menjelang siang hari dan ditutup dengan doa bersama serta penyerahan cenderamata kepada narasumber. Banyak peserta menyampaikan kesan positif dan berharap kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan untuk memperkuat karakter generasi muda Islam di era modern.